Contoh Rubrik Penilaian PJOK Kelas 2 Kurikulum Merdeka Terkini

Contoh Rubrik Penilaian PJOK Kelas 2 Kurikulum Merdeka Terkini. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) merupakan mata pelajaran penting di sekolah dasar karena membantu peserta didik mengembangkan keterampilan gerak, kebugaran jasmani, kebiasaan hidup sehat, serta karakter positif. 

Dalam pelaksanaannya, guru tidak hanya menilai kemampuan siswa melakukan gerakan olahraga, tetapi juga memperhatikan pemahaman terhadap gerakan, kedisiplinan, kerja sama, sportivitas, dan keselamatan selama mengikuti pembelajaran.

Bagi guru kelas 2 SD, rubrik penilaian PJOK Kurikulum Merdeka dapat menjadi instrumen praktis untuk mengamati perkembangan kemampuan setiap peserta didik.

Contoh Rubrik Penilaian PJOK Kelas 2 Kurikulum Merdeka Terkini 

Dengan rubrik yang jelas, proses penilaian menjadi lebih terarah, objektif, dan mudah digunakan sebagai dasar pemberian umpan balik.

Pada tahun ajaran 2026/2027, guru dapat mengembangkan rubrik berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), dan kegiatan yang benar-benar dilaksanakan di sekolah. 

Panduan Pembelajaran dan Asesmen edisi revisi 2025 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menekankan pentingnya keterpaduan antara perencanaan, proses pembelajaran, dan asesmen.

Lantas, bagaimana contoh rubrik penilaian PJOK kelas 2 yang dapat digunakan guru? Berikut pembahasan lengkap beserta indikator, kriteria skor, contoh penilaian praktik, dan cara mengolah hasil asesmen siswa.

Rubrik penilaian PJOK adalah pedoman yang memuat aspek penilaian, indikator ketercapaian, serta kriteria untuk menentukan tingkat kemampuan peserta didik dalam suatu kegiatan pembelajaran.

Sebagai contoh, ketika siswa mengikuti pembelajaran gerak dasar lokomotor, guru dapat menilai kemampuan berjalan, berlari, melompat, dan berpindah tempat sesuai instruksi.

Penilaian tersebut dilengkapi indikator yang dapat diamati sehingga guru tidak sekadar memberikan nilai berdasarkan kesan umum.

Rubrik juga membantu guru memberikan penjelasan kepada siswa mengenai kemampuan yang sudah dikuasai dan bagian yang masih perlu dilatih. 

Dengan demikian, penilaian tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk menghasilkan angka, tetapi juga sebagai sarana memperbaiki proses belajar.

Untuk siswa kelas 2 SD, rubrik sebaiknya menggunakan bahasa sederhana, indikator yang konkret, dan kegiatan yang sesuai dengan perkembangan anak. 

Guru dapat mengutamakan pengamatan langsung ketika siswa bermain, melakukan gerakan, mengikuti aturan, atau bekerja sama dengan teman.

Dasar Penyusunan Rubrik PJOK Kurikulum Merdeka

Kelas 2 SD termasuk Fase A, yaitu fase pembelajaran untuk kelas 1 dan kelas 2. Capaian pembelajaran PJOK pada fase ini berkaitan dengan pengembangan keterampilan gerak fundamental, pemahaman prosedur gerak, kebugaran jasmani, kebiasaan hidup sehat, serta pembentukan tanggung jawab dan sikap positif melalui aktivitas jasmani.

Secara praktis, guru dapat menyusun rubrik dengan memperhatikan empat hal berikut.

1. Keterampilan gerak

Penilaian mencakup kemampuan siswa melakukan gerakan dasar, seperti berjalan, berlari, melompat, melempar, menangkap, menjaga keseimbangan, dan mengikuti aktivitas permainan sederhana.

2. Pengetahuan tentang gerak dan kesehatan

Guru mengamati pemahaman siswa terhadap petunjuk gerakan, fungsi pemanasan, kebersihan diri, serta aturan keselamatan ketika berolahraga.

3. Pemanfaatan aktivitas jasmani

Penilaian memperhatikan partisipasi siswa dalam aktivitas fisik yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing.

4. Karakter dan nilai-nilai gerak

Aspek ini mencakup tanggung jawab, kepatuhan terhadap aturan, sportivitas, penghargaan kepada teman, dan kemauan bekerja sama.

Pembagian aspek tersebut perlu disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang sedang dilaksanakan. Tidak semua aspek harus diberi bobot yang sama dalam setiap kegiatan.

Guru juga perlu membedakan antara penilaian hasil belajar siswa dan penilaian proses pembelajaran. Rubrik untuk siswa digunakan untuk mengumpulkan bukti ketercapaian tujuan pembelajaran, bukan sekadar menilai apakah siswa paling cepat atau paling kuat di antara teman-temannya.

Contoh Rubrik Penilaian PJOK Kelas 2 Kurikulum Merdeka

Berikut contoh rubrik yang dapat langsung diadaptasi untuk kegiatan pembelajaran PJOK kelas 2 SD. Format ini merupakan contoh pengembangan guru, bukan format baku yang wajib digunakan seluruh sekolah.

1. Rubrik Penilaian Keterampilan Gerak Dasar

Materi: Berjalan, berlari, melompat, dan menjaga keseimbangan

No.

Indikator penilaian

Skor maksimal

1

Sikap awal dan kesiapan melakukan gerakan

4

2

Ketepatan pelaksanaan gerakan

4

3

Koordinasi kaki, tangan, dan badan

4

4

Sikap akhir dan kemampuan menjaga keseimbangan

4

Jumlah skor maksimal

16

Rubrik tersebut digunakan dengan mengamati penampilan siswa ketika melakukan aktivitas gerak. Guru dapat meminta siswa berjalan mengikuti garis, berlari menuju penanda, melompat melewati rintangan rendah yang aman, atau mempertahankan keseimbangan dalam waktu singkat.

Panduan Guru PJOK Kelas II yang diterbitkan Pusat Perbukuan juga memberikan contoh asesmen keterampilan gerak dengan memperhatikan sikap awal, pelaksanaan gerakan, dan sikap akhir.

2. Kriteria Skor Rubrik Keterampilan

Agar penilaian lebih konsisten, guru dapat menggunakan empat tingkat pencapaian berikut.

Skor

Kategori

Deskripsi

4

Sangat Baik

Melakukan gerakan dengan benar, mandiri, dan konsisten.

3

Baik

Melakukan gerakan dengan cukup tepat, dengan sedikit arahan.

2

Cukup

Mulai menguasai gerakan, tetapi masih memerlukan beberapa arahan.

1

Perlu Bimbingan

Belum mampu melakukan gerakan sesuai indikator dan membutuhkan pendampingan intensif.

Catatan: Skor menunjukkan ketercapaian indikator, bukan peringkat kemampuan fisik siswa. Guru perlu memberikan kesempatan mencoba kembali sebelum menyimpulkan bahwa suatu keterampilan belum dikuasai.

3. Contoh Rubrik Penilaian Sikap dan Karakter

Penilaian sikap dapat dilakukan melalui pengamatan selama permainan berkelompok, kegiatan pemanasan, latihan gerak, dan pendinginan.

No.

Indikator

Skor maksimal

1

Mengikuti instruksi guru

4

2

Mematuhi aturan permainan

4

3

Bekerja sama dengan teman

4

4

Menunjukkan sportivitas dan menghargai teman

4

5

Menjaga keselamatan diri dan orang lain

4

Jumlah skor maksimal

20

Kriteria penilaiannya menggunakan skala 1–4 seperti rubrik keterampilan. Namun, guru perlu menilai perilaku yang benar-benar terlihat, bukan berdasarkan anggapan bahwa siswa yang pendiam pasti kurang bekerja sama atau siswa yang aktif pasti lebih sportif.

Contohnya, siswa memperoleh skor 4 pada indikator kerja sama apabila secara konsisten berbagi giliran, membantu teman sesuai kebutuhan, dan mengikuti kesepakatan kelompok tanpa harus terus diingatkan.

Contoh Rubrik Penilaian Pengetahuan PJOK Kelas 2

Selain keterampilan dan sikap, guru perlu mengukur pemahaman siswa terhadap konsep gerak dan kesehatan. 

Untuk kelas 2, penilaian sebaiknya menggunakan pertanyaan sederhana, gambar, demonstrasi, atau percakapan singkat yang sesuai dengan kemampuan anak.

Contoh indikator pengetahuan yang dapat digunakan adalah sebagai berikut.

No.

Indikator

Bentuk penilaian

1

Mengenali gerak berjalan, berlari, dan melompat

Mengamati gambar atau demonstrasi

2

Menjelaskan tujuan pemanasan

Tanya jawab sederhana

3

Menyebutkan contoh perilaku hidup bersih

Percakapan atau pengamatan

4

Mengenali tindakan yang aman saat berolahraga

Memilih tindakan berdasarkan situasi

Guru dapat menggunakan skala berikut untuk menilai hasil pengamatan.

  • Skor 4: Memahami dan menerapkan konsep secara mandiri.

  • Skor 3: Memahami konsep dengan sedikit bantuan.

  • Skor 2: Memahami sebagian konsep dan masih membutuhkan arahan.

  • Skor 1: Belum menunjukkan pemahaman yang diharapkan dan membutuhkan pendampingan.

Pengetahuan tidak harus selalu dinilai melalui tes tertulis. Guru dapat menanyakan alasan siswa melakukan pemanasan, meminta siswa menunjukkan perilaku aman, atau mengajak mereka menjelaskan cara menjaga kebersihan tubuh setelah berolahraga.

Panduan Pembelajaran dan Asesmen edisi revisi 2025 menekankan pentingnya memilih teknik asesmen yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Untuk siswa SD Fase A, pengamatan dan interaksi yang menyenangkan lebih diutamakan daripada tes tertulis atau lisan formal, terutama untuk mengamati kemampuan fondasional.

Contoh Lembar Observasi Penilaian PJOK Kelas 2

Berikut format sederhana yang dapat disalin ke Microsoft Word atau Excel.

Identitas penilaian

  • Satuan pendidikan: SD/MI

  • Mata pelajaran: PJOK

  • Kelas/Fase: II/A

  • Semester: Ganjil atau Genap

  • Materi: Gerak dasar lokomotor

  • Tujuan pembelajaran: Peserta didik mampu mempraktikkan variasi gerak berjalan, berlari, dan melompat dengan memperhatikan koordinasi gerak serta keselamatan.

No.

Nama siswa

Gerak dasar

Koordinasi

Keseimbangan

Keselamatan

Total

1

Siswa A

4

3

3

4

14

2

Siswa B

3

3

2

4

12

3

Siswa C

2

2

2

3

9

4

Siswa D

4

4

3

4

15

Data siswa di atas hanya ilustrasi untuk menjelaskan cara pengisian rubrik, bukan hasil penilaian peserta didik sebenarnya.

Dari hasil tersebut, guru dapat melihat indikator mana yang sudah dikuasai dan keterampilan mana yang perlu dilatih kembali. 

Siswa dengan skor keseimbangan rendah, misalnya, dapat diberikan permainan berjalan mengikuti garis atau berdiri dengan satu kaki selama waktu yang sesuai dengan kemampuannya.

Cara Menghitung Nilai Rubrik PJOK Kelas 2

Guru dapat mengubah skor menjadi nilai dalam skala 0–100 apabila format pelaporan sekolah menggunakan angka.

Rumus yang dapat digunakan adalah:

Nilai=Skor perolehanSkor maksimal×100

Contoh perhitungan untuk Siswa A:

  • Skor perolehan: 14

  • Skor maksimal: 16

Nilai=1416×100=87,5

Dengan demikian, nilai keterampilan siswa tersebut adalah 87,5.

Perlu diperhatikan bahwa angka 87,5 tidak otomatis berarti siswa telah mencapai tujuan pembelajaran. Guru tetap harus meninjau indikator yang dinilai dan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP) yang telah ditetapkan.

Apabila sekolah menggunakan kategori perkembangan, hasilnya juga dapat dilaporkan dengan deskripsi, misalnya: Mampu melakukan gerak dasar dengan baik dan menjaga keselamatan selama aktivitas, tetapi masih perlu meningkatkan keseimbangan saat melompat.

Deskripsi tersebut lebih informatif daripada angka saja karena menunjukkan kemampuan yang sudah dikuasai dan langkah perbaikan yang dibutuhkan.

Contoh Penerapan Rubrik dalam Pembelajaran PJOK

Agar rubrik mudah digunakan, guru dapat menerapkannya dalam pembelajaran sederhana bertema permainan gerak berpindah tempat.

1. Kegiatan awal

Guru memeriksa kesiapan siswa, mengajak melakukan pemanasan, dan menjelaskan aturan keselamatan. Pada tahap ini, guru dapat mengamati kesiapan mengikuti instruksi dan kebiasaan menjaga jarak.

2. Kegiatan inti

Siswa berlatih berjalan, berlari, dan melompat melewati penanda yang aman. Guru mencatat koordinasi gerak, keseimbangan, kemampuan mengikuti instruksi, dan kemauan mencoba kembali.

3. Kegiatan penutup

Guru mengajak siswa melakukan pendinginan dan refleksi singkat. Siswa dapat menyampaikan gerakan yang paling mudah, gerakan yang masih sulit, serta alasan pentingnya berolahraga dengan aman.

Selama kegiatan, guru tidak harus mengisi semua indikator sekaligus apabila jumlah siswa cukup banyak. Pengamatan dapat dilakukan secara bertahap, asalkan bukti ketercapaian tujuan pembelajaran terkumpul secara memadai.

Asesmen Awal, Formatif, dan Sumatif dalam PJOK

Rubrik dapat digunakan pada beberapa tahap pembelajaran dengan tujuan berbeda.

Asesmen awal dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum materi diberikan. Misalnya, guru mengamati apakah siswa mampu berjalan, berlari, dan melompat secara mandiri atau masih membutuhkan contoh dan bantuan.

Asesmen formatif dilakukan selama pembelajaran untuk mengetahui perkembangan siswa. Guru memberikan umpan balik, mengulang demonstrasi, atau memodifikasi permainan sesuai kebutuhan.

Asesmen sumatif dilakukan untuk menilai ketercapaian tujuan pembelajaran setelah satu lingkup materi atau periode pembelajaran selesai. 

Guru dapat menggunakan demonstrasi gerak, permainan sederhana, hasil pengamatan, dan bukti belajar lain yang relevan.

Ketiganya saling melengkapi. Asesmen awal membantu guru merencanakan pembelajaran, asesmen formatif mendukung perbaikan selama proses belajar, sedangkan asesmen sumatif membantu menyimpulkan ketercapaian tujuan pembelajaran. 

Pendekatan tersebut sejalan dengan panduan resmi pembelajaran dan asesmen dari Kemendikdasmen.

Tips Menyusun Rubrik Penilaian PJOK yang Efektif

Agar rubrik benar-benar bermanfaat, guru kelas 2 SD sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut.

Pertama, gunakan indikator yang dapat diamati. Hindari indikator yang terlalu umum seperti “siswa memiliki kemampuan olahraga yang baik”. Gantilah dengan indikator konkret, misalnya “siswa dapat melompat ke depan dengan mendarat seimbang”.

Kedua, sesuaikan tingkat kesulitan dengan usia siswa. Anak kelas 2 masih mengembangkan koordinasi dan kontrol gerak. Karena itu, penilaian perlu memberi ruang untuk mencoba, melakukan kesalahan, dan memperbaiki gerakan.

Ketiga, utamakan keselamatan. Gunakan alat yang sesuai, permukaan lapangan yang aman, serta jarak antarsiswa yang memadai. Aktivitas perlu disesuaikan dengan kondisi fisik dan kebutuhan masing-masing anak.

Keempat, hindari membandingkan kemampuan fisik secara berlebihan. Tujuan pembelajaran bukan semata-mata mencari siswa tercepat atau terkuat, tetapi melihat perkembangan kompetensi setiap anak.

Kelima, berikan umpan balik yang spesifik. Contohnya, “Gerakan melompatmu sudah baik. Sekarang cobalah menekuk lutut saat mendarat agar lebih seimbang.”

Keenam, gunakan hasil penilaian untuk tindak lanjut. Siswa yang belum menguasai gerakan dapat memperoleh latihan tambahan dengan pendampingan, sedangkan siswa yang sudah menguasainya dapat diberikan variasi gerakan yang lebih menantang dan tetap aman.

Ketujuh, sesuaikan dengan dokumen kurikulum sekolah. Rubrik harus mengacu pada CP, TP, serta KKTP yang digunakan guru, bukan hanya mengikuti contoh dari internet.

Rubrik penilaian PJOK kelas 2 Kurikulum Merdeka merupakan alat bantu penting bagi guru untuk menilai keterampilan gerak, pemahaman kesehatan, partisipasi dalam aktivitas jasmani, serta perkembangan karakter siswa. 

Rubrik yang baik memiliki indikator jelas, kriteria skor yang konsisten, dan tindak lanjut yang sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik.

Contoh rubrik di atas dapat dikembangkan menjadi lembar observasi harian, penilaian praktik, rekap nilai, maupun dokumen asesmen semester. 

Guru tetap perlu menyesuaikannya dengan tujuan pembelajaran, karakteristik siswa, fasilitas sekolah, dan ketentuan pelaporan yang berlaku.

Dengan penilaian yang terencana dan berorientasi pada perkembangan anak, pembelajaran PJOK tidak hanya membantu siswa menguasai gerakan dasar, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan hidup aktif, disiplin, percaya diri, sportif, dan peduli terhadap keselamatan diri maupun orang lain.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Contoh Rubrik Penilaian PJOK Kelas 2 Kurikulum Merdeka Terkini"

Posting Komentar