Aplikasi Penilaian PJOK SD Kelas 5 Kurikulum Merdeka Terkini
Aplikasi Penilaian PJOK SD Kelas 5 Kurikulum Merdeka Terkini. Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah dasar tidak hanya berorientasi pada kemampuan siswa melakukan gerakan olahraga saja.
Lebih dari itu, PJOK menjadi bagian penting dalam membantu peserta didik membangun kebiasaan hidup sehat, kemampuan bekerja sama, kedisiplinan, tanggung jawab, keterampilan gerak, serta pemahaman terhadap pentingnya aktivitas fisik.
Dalam penerapan Kurikulum Merdeka, proses penilaian PJOK juga perlu dilakukan secara lebih menyeluruh.
Baca juga: Aplikasi Penilaian PJOK SD Kurikulum Merdeka Kelas 6 Terkini
Aplikasi Penilaian PJOK SD Kelas 5 Kurikulum Merdeka Terkini
Guru tidak cukup hanya memberikan nilai berdasarkan hasil tes praktik atau tes tertulis. Perkembangan peserta didik perlu diamati melalui berbagai bentuk asesmen yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Hal tersebut membuat kebutuhan terhadap aplikasi penilaian PJOK kelas 5 Kurikulum Merdeka semakin relevan.
Aplikasi penilaian dapat membantu guru mengelola data hasil belajar, memasukkan nilai keterampilan, pengetahuan, sikap, melakukan rekapitulasi, serta memperoleh gambaran perkembangan peserta didik secara lebih praktis.
Secara kebijakan, kelas 5 SD berada pada Fase C, yang mencakup kelas V dan VI. Ruang GTK menjelaskan bahwa Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi yang harus dicapai peserta didik pada akhir suatu fase.
Guru perlu memperhatikan bahwa dokumen kebijakan pendidikan terus diperbarui. Pada Juni 2026, Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah menerbitkan Keputusan Kepala BKPDM Nomor 020 Tahun 2026 sebagai perubahan atas Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran.
Baca juga: Download CP Terkini 2025, PAUD, SD, SMP, SMA/SMK
Namun, pemerintah menegaskan bahwa perubahan tersebut hanya menyangkut Capaian Pembelajaran mata pelajaran Agama dan Budi Pekerti. Capaian Pembelajaran mata pelajaran lainnya, termasuk PJOK, tetap mengacu pada keputusan sebelumnya.
Dengan demikian, guru PJOK kelas 5 tetap perlu menjadikan CP PJOK Fase C sebagai salah satu dasar dalam menyusun tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, serta asesmen.
Dokumen resmi CP PJOK yang diterbitkan pemerintah memuat capaian pembelajaran PJOK untuk berbagai fase pendidikan, termasuk jenjang SD/MI.
Aplikasi penilaian PJOK adalah perangkat digital yang digunakan untuk membantu guru mengolah dan menyimpan data hasil asesmen peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan.
Dalam praktiknya, aplikasi dapat berbentuk spreadsheet Microsoft Excel, Google Sheets, aplikasi berbasis web, maupun perangkat lunak penilaian sekolah yang mempunyai fitur khusus untuk mengolah nilai.
Untuk guru kelas 5, aplikasi penilaian PJOK Kurikulum Merdeka idealnya dapat digunakan untuk mengelola beberapa komponen, antara lain:
data identitas peserta didik;
tujuan pembelajaran;
asesmen diagnostik;
asesmen formatif;
asesmen sumatif;
nilai pengetahuan;
nilai keterampilan;
observasi sikap dan perilaku;
nilai praktik olahraga;
portofolio;
rekap nilai;
deskripsi perkembangan peserta didik.
Penggunaan aplikasi bukan berarti guru harus mengubah seluruh proses penilaian menjadi digital. Teknologi seharusnya digunakan sebagai alat bantu agar pekerjaan administrasi menjadi lebih efisien, sementara keputusan mengenai perkembangan peserta didik tetap berada pada guru.
Mengelola nilai PJOK secara manual dapat menjadi pekerjaan yang cukup menyita waktu, terutama ketika jumlah peserta didik cukup banyak dan jenis asesmennya beragam.
Bayangkan seorang guru harus mencatat nilai praktik permainan bola, atletik, kebugaran jasmani, senam, aktivitas gerak, pengetahuan kesehatan, keaktifan, kedisiplinan, hingga hasil asesmen lainnya.
Jika seluruh data ditulis dan dihitung secara manual, kemungkinan terjadinya kesalahan pencatatan atau perhitungan tentu tetap ada.
Baca juga: Download Jurnal Harian Kelas 6 Kurikulum Merdeka 2025 Terbaru
Dengan aplikasi penilaian PJOK SD Kurikulum Merdeka, guru dapat memperoleh beberapa manfaat sebagai berikut
Nilai yang dimasukkan ke dalam aplikasi dapat direkap secara otomatis apabila sistem memiliki formula yang tepat. Guru tidak perlu menghitung satu per satu nilai akhir peserta didik.
Spreadsheet dengan rumus yang telah disiapkan dapat membantu mengurangi risiko kesalahan ketika menghitung rata-rata, persentase, atau rekap nilai.
Data asesmen dapat disimpan secara terstruktur sehingga lebih mudah digunakan ketika guru membutuhkan laporan perkembangan peserta didik.
Guru dapat melihat peserta didik yang sudah mencapai tujuan pembelajaran dan siswa yang masih membutuhkan pendampingan.
Waktu yang biasanya digunakan untuk menghitung dan merekap nilai dapat dialihkan untuk merancang pembelajaran PJOK yang lebih menarik.
Penilaian seharusnya tidak hanya dipandang sebagai kegiatan mencari angka. Asesmen merupakan bagian dari proses pembelajaran.
Dalam berbagai sumber resmi pendidikan, asesmen formatif digunakan untuk memantau dan memperbaiki proses pembelajaran, sedangkan asesmen sumatif digunakan untuk melihat pencapaian tujuan pembelajaran atau capaian pembelajaran pada periode tertentu.
Oleh karena itu, format penilaian PJOK kelas 5 Kurikulum Merdeka sebaiknya dirancang agar mampu memberikan informasi yang benar-benar berguna bagi guru.
Misalnya, seorang siswa memperoleh nilai praktik 70. Angka tersebut saja belum memberikan informasi yang lengkap. Guru perlu mengetahui apakah siswa mengalami kesulitan pada koordinasi gerak, teknik dasar, keseimbangan, kekuatan, kelenturan, pemahaman aturan permainan, atau aspek lainnya.
Penilaian yang baik akan membantu guru menjawab pertanyaan tersebut.
Asesmen diagnostik dapat dilakukan sebelum pembelajaran untuk mengetahui kondisi awal peserta didik.
Dalam PJOK, guru dapat mengamati kemampuan gerak dasar, tingkat kebugaran, pemahaman awal mengenai materi, pengalaman mengikuti aktivitas olahraga, serta kesiapan peserta didik.
Hasil asesmen diagnostik dapat digunakan untuk menyesuaikan kegiatan pembelajaran.
Asesmen Formatif
Asesmen formatif dilakukan selama proses pembelajaran.
Contohnya adalah observasi ketika siswa melakukan passing bola, menggiring bola, melakukan gerakan atletik, mengikuti aktivitas senam, atau menerapkan pola hidup sehat.
Guru dapat memberikan umpan balik secara langsung sehingga siswa mengetahui bagian yang perlu diperbaiki.
Asesmen sumatif digunakan untuk mengetahui pencapaian peserta didik setelah menyelesaikan lingkup pembelajaran tertentu.
Dalam PJOK, bentuknya dapat berupa tes praktik, tes tertulis, penugasan, proyek, portofolio, atau kombinasi beberapa teknik yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Ruang GTK juga menyediakan fitur pencarian asesmen pembelajaran berdasarkan fase dan mata pelajaran. Guru dapat memilih fase dan mata pelajaran untuk menemukan contoh asesmen yang tersedia.
Salah satu keunggulan aplikasi penilaian PJOK kelas 5 adalah kemampuannya mengelompokkan berbagai hasil asesmen.
Penilaian pengetahuan dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman siswa mengenai konsep PJOK.
Contohnya:
aturan permainan olahraga;
teknik dasar aktivitas olahraga;
manfaat aktivitas fisik;
kebugaran jasmani;
pola hidup sehat;
keselamatan dalam aktivitas olahraga;
pentingnya menjaga kebersihan tubuh.
Penilaian dapat dilakukan melalui pertanyaan lisan, tes tertulis, tugas, diskusi, maupun bentuk asesmen lain.
2. Keterampilan
Aspek keterampilan merupakan bagian yang sangat penting dalam PJOK.
Guru dapat menggunakan rubrik untuk menilai kemampuan siswa ketika melakukan suatu gerakan.
Misalnya:
| Aspek | Kriteria yang Diamati |
|---|---|
| Sikap awal | Posisi tubuh sesuai teknik |
| Pelaksanaan | Gerakan dilakukan dengan benar |
| Koordinasi | Gerakan tubuh terkoordinasi |
| Ketepatan | Gerakan sesuai tujuan |
| Sikap akhir | Mampu menyelesaikan gerakan dengan baik |
Rubrik tersebut dapat dimasukkan ke dalam aplikasi nilai PJOK Kurikulum Merdeka sehingga hasil observasi lebih mudah direkap.
3. Sikap dan Perilaku
PJOK juga memberikan ruang bagi guru untuk mengamati perilaku peserta didik selama kegiatan berlangsung.
Beberapa indikator yang dapat diamati antara lain:
disiplin;
tanggung jawab;
kerja sama;
sportivitas;
percaya diri;
menghargai teman;
mematuhi aturan;
menjaga keselamatan diri dan orang lain.
Penilaian sikap sebaiknya didasarkan pada pengamatan yang dilakukan selama proses pembelajaran, bukan sekadar memberikan angka berdasarkan kesan umum terhadap siswa.
Aplikasi sederhana dapat dibuat menggunakan Microsoft Excel dengan beberapa lembar kerja.
Sheet 1 – Identitas
Berisi:
nama sekolah;
tahun pelajaran;
mata pelajaran;
kelas;
fase;
nama guru;
daftar peserta didik.
Sheet 2 – Tujuan Pembelajaran
Memuat tujuan pembelajaran yang digunakan sebagai dasar asesmen.
Sheet 3 – Asesmen Formatif
Berisi hasil penilaian selama proses pembelajaran.
Sheet 4 – Asesmen Sumatif
Digunakan untuk mencatat hasil asesmen pada akhir lingkup pembelajaran.
Sheet 5 – Nilai Praktik
Memuat rubrik keterampilan dan hasil observasi gerak.
Sheet 6 – Rekap Nilai
Menggabungkan hasil asesmen sesuai kebutuhan sekolah.
Sheet 7 – Deskripsi
Dapat digunakan untuk membantu guru menyiapkan gambaran perkembangan peserta didik.
Contoh Format Rekap Penilaian PJOK Kelas 5
| No | Nama Siswa | Formatif | Praktik | Pengetahuan | Sumatif | Nilai Akhir | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Ahmad | 82 | 85 | 80 | 84 | 83 | Berkembang baik |
| 2 | Budi | 78 | 80 | 79 | 81 | 80 | Mencapai tujuan |
| 3 | Citra | 88 | 90 | 86 | 89 | 88 | Sangat baik |
| 4 | Dinda | 75 | 78 | 76 | 79 | 77 | Perlu penguatan |
| 5 | Eko | 84 | 86 | 83 | 85 | 85 | Berkembang baik |
Tabel tersebut hanyalah contoh format. Guru dapat menyesuaikan komponen, bobot, dan cara pengolahan berdasarkan kebijakan satuan pendidikan serta karakteristik asesmen yang digunakan.
Guru sebaiknya tidak langsung membuat formula nilai sebelum menentukan tujuan asesmen.
Sebagai contoh, apabila pembelajaran berfokus pada keterampilan melakukan teknik dasar permainan, maka aspek praktik dapat memperoleh perhatian lebih besar dibandingkan tes tertulis.
Sebaliknya, apabila tujuan pembelajaran berhubungan dengan pemahaman konsep kesehatan, guru dapat menggunakan asesmen pengetahuan yang lebih sesuai.
Dengan kata lain, aplikasi penilaian PJOK Kurikulum Merdeka seharusnya mengikuti tujuan pembelajaran, bukan sebaliknya.
Hal ini penting karena aplikasi hanyalah alat. Guru tetap perlu menentukan teknik asesmen yang paling tepat untuk kompetensi yang ingin diukur.
Kelas 5 berada di Fase C. Ruang GTK menjelaskan bahwa CP digunakan sebagai kompetensi yang harus dicapai pada akhir fase, sedangkan guru dapat mempelajari hubungan CP, TP, dan ATP melalui sumber resmi yang tersedia.
Guru dapat menggunakan alur sederhana berikut:
CP → Tujuan Pembelajaran → Kegiatan Pembelajaran → Asesmen → Pengolahan Nilai → Umpan Balik → Tindak Lanjut
Alur tersebut membantu memastikan bahwa penilaian tidak berdiri sendiri.
Contohnya, guru menetapkan tujuan agar peserta didik mampu melakukan suatu keterampilan gerak dengan teknik yang benar. Guru kemudian merancang kegiatan latihan, mengamati performa siswa menggunakan rubrik, mencatat hasilnya dalam aplikasi, memberikan umpan balik, dan memberikan latihan tambahan bagi siswa yang belum mencapai tujuan.
Jika guru ingin membuat atau menggunakan aplikasi penilaian PJOK SD kelas 5, beberapa fitur berikut layak dipertimbangkan:
Input data siswa secara mudah.
Daftar tujuan pembelajaran yang dapat disesuaikan.
Input nilai formatif.
Input nilai sumatif.
Penilaian praktik menggunakan rubrik.
Rekap otomatis.
Perhitungan nilai menggunakan formula.
Kolom catatan guru.
Rekap per siswa.
Rekap seluruh kelas.
Deskripsi perkembangan.
Cetak laporan.
Perlindungan data.
Backup data.
Aplikasi yang sederhana tetapi stabil sering kali lebih bermanfaat dibandingkan aplikasi yang mempunyai banyak fitur namun sulit digunakan.
Microsoft Excel masih menjadi salah satu pilihan praktis bagi guru karena mudah digunakan dan dapat disesuaikan.
Guru dapat membuat kolom nama siswa, tujuan pembelajaran, jenis asesmen, nilai praktik, nilai pengetahuan, catatan, dan rekap.
Formula dapat digunakan untuk menghitung rata-rata atau nilai sesuai kebutuhan.
Keuntungan menggunakan Excel adalah guru dapat mengembangkan format sendiri. Misalnya, guru PJOK kelas 5 dapat membuat satu file khusus yang digunakan selama satu tahun pelajaran dan memisahkan data semester 1 dan semester 2.
Namun, file Excel tetap harus dikelola dengan baik. Guru sebaiknya melakukan backup secara berkala dan menghindari penyimpanan data peserta didik di tempat yang tidak aman.
Selain aplikasi pengolah nilai yang dibuat sendiri, guru dapat memanfaatkan Ruang GTK untuk mencari referensi pembelajaran dan asesmen.
Menurut informasi resmi, guru dapat mencari CP dan ATP berdasarkan jenjang dan mata pelajaran, kemudian memilih fase yang dibutuhkan.
Ruang GTK juga menyediakan perangkat ajar yang dapat digunakan sebagai referensi atau inspirasi sesuai karakteristik peserta didik. Perangkat tersebut dapat mencakup bahan ajar, modul ajar, modul projek, maupun buku teks.
Artinya, guru tidak harus memulai seluruh perangkat dari nol. Referensi resmi dapat digunakan sebagai bahan untuk mengembangkan perangkat yang sesuai dengan kondisi sekolah dan peserta didik.
Sebelum menggunakan sebuah aplikasi, guru sebaiknya memperhatikan beberapa hal.
Pertama, mudah digunakan. Jangan sampai aplikasi justru membuat pekerjaan administrasi menjadi lebih rumit.
Kedua, dapat disesuaikan. Format penilaian setiap sekolah dapat berbeda sehingga aplikasi idealnya memungkinkan guru mengubah komponen.
Ketiga, memiliki perhitungan yang jelas. Guru harus dapat mengetahui dari mana nilai akhir diperoleh.
Keempat, mendukung penilaian keterampilan. Ini penting karena PJOK memiliki karakteristik pembelajaran yang banyak melibatkan aktivitas fisik.
Kelima, mudah dicetak. Rekap nilai yang rapi akan membantu guru ketika membutuhkan dokumen administrasi.
Keenam, memperhatikan keamanan data. Data peserta didik merupakan informasi yang harus dikelola secara bertanggung jawab.
Penggunaan aplikasi penilaian sebaiknya tidak membuat pembelajaran PJOK berubah menjadi kegiatan mengejar angka.
Tujuan utama PJOK tetap berkaitan dengan perkembangan peserta didik secara utuh. Anak diharapkan tidak hanya mampu memperoleh nilai tinggi, tetapi juga memiliki kebiasaan bergerak, memahami pentingnya kesehatan, mampu bekerja sama, memiliki sikap sportif, dan memahami cara menjaga keselamatan ketika melakukan aktivitas fisik.
Karena itu, hasil penilaian sebaiknya digunakan untuk menentukan tindak lanjut pembelajaran.
Siswa yang sudah menguasai kompetensi dapat diberikan tantangan lebih lanjut. Sementara siswa yang masih mengalami kesulitan dapat memperoleh bimbingan, latihan ulang, demonstrasi, atau aktivitas yang dimodifikasi.
Aplikasi Penilaian PJOK Kelas 5 Kurikulum Merdeka dapat menjadi alat bantu yang sangat bermanfaat bagi guru dalam mengelola asesmen secara lebih rapi, cepat, dan terstruktur.
Aplikasi dapat membantu mencatat hasil asesmen diagnostik, formatif, sumatif, penilaian praktik, pengetahuan, serta berbagai catatan perkembangan peserta didik.
Namun, teknologi bukan pengganti peran guru. Aplikasi hanya membantu mengolah data, sedangkan guru tetap menjadi pihak yang memahami kondisi, kebutuhan, kemampuan, dan perkembangan setiap peserta didik.
Kelas 5 berada pada Fase C, sehingga perencanaan asesmen perlu mengacu pada Capaian Pembelajaran PJOK yang berlaku.
Sampai pembaruan kebijakan Juni 2026, pemerintah menegaskan bahwa perubahan CP terbaru hanya menyangkut mata pelajaran Agama dan Budi Pekerti, sementara mata pelajaran lainnya tetap menggunakan acuan CP sebelumnya.
Silahkan download Aplikasi Penilaian PJOK SD Kelas 5 Kurikulum Merdeka Terkini, DISINI
Dengan memadukan CP, tujuan pembelajaran, asesmen formatif, asesmen sumatif, rubrik keterampilan, observasi, dan aplikasi penilaian PJOK, guru dapat memperoleh data yang lebih bermakna untuk memperbaiki proses pembelajaran.
Pada akhirnya, aplikasi penilaian yang baik bukanlah aplikasi yang sekadar menghasilkan angka. Aplikasi yang baik adalah aplikasi yang membantu guru memahami perkembangan peserta didik dan mengambil keputusan pembelajaran yang lebih tepat.

0 Response to "Aplikasi Penilaian PJOK SD Kelas 5 Kurikulum Merdeka Terkini"
Posting Komentar