Contoh Rubrik Penilaian PJOK Kelas 2 Kurikulum Merdeka Terkini, Lengkap dengan Indikator dan Pedoman Penskoran

Contoh Rubrik Penilaian PJOK Kelas 2 Kurikulum Merdeka Terkini, Lengkap dengan Indikator dan Pedoman Penskoran. Penilaian Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di kelas 2 SD memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan keterampilan gerak, kebugaran jasmani, kedisiplinan, serta kebiasaan hidup sehat peserta didik. 

Melalui penilaian yang tepat, guru tidak hanya mengetahui kemampuan siswa dalam melakukan gerakan olahraga, tetapi juga dapat memahami perkembangan kepercayaan diri, tanggung jawab, dan sikap sportif mereka selama mengikuti pembelajaran.

Dalam penerapan Kurikulum Merdeka, rubrik penilaian PJOK menjadi salah satu instrumen yang membantu guru menilai ketercapaian tujuan pembelajaran secara lebih terarah. 

Contoh Rubrik Penilaian PJOK Kelas 2 Kurikulum Merdeka Terkini, Lengkap dengan Indikator dan Pedoman Penskoran

Rubrik memuat aspek yang diamati, indikator keberhasilan, serta kriteria yang membedakan tingkat penguasaan siswa. Dengan demikian, penilaian tidak semata-mata didasarkan pada hasil akhir, tetapi juga memperhatikan proses belajar dan perkembangan kemampuan setiap anak.

Bagi guru PJOK sekolah dasar, khususnya kelas 2, contoh rubrik penilaian sangat diperlukan untuk menyusun administrasi pembelajaran, melaksanakan asesmen formatif dan sumatif, serta memberikan umpan balik kepada siswa dan orang tua.

Instrumen tersebut juga dapat disesuaikan dengan modul ajar, alur tujuan pembelajaran (ATP), karakteristik peserta didik, dan fasilitas yang tersedia di sekolah.

Perkembangan Terbaru Penilaian PJOK dalam Kurikulum Merdeka

Penyusunan rubrik penilaian PJOK perlu mengacu pada capaian pembelajaran dan panduan resmi yang relevan. 

Salah satu referensi penting adalah Panduan Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Fase A–F yang diterbitkan oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) pada 2025. 

Panduan ini membahas capaian pembelajaran, materi esensial, dan perencanaan pembelajaran mendalam untuk mata pelajaran PJOK.

Panduan tersebut memperkuat pentingnya pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik, berpusat pada murid, dan memberi kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi kemampuan geraknya.

Di samping itu, panduan pembelajaran dan asesmen edisi revisi 2025 menekankan hubungan antara asesmen dan proses pembelajaran. Hasil penilaian seharusnya digunakan untuk mengetahui perkembangan kompetensi sekaligus membantu guru menentukan tindak lanjut pembelajaran.

Bagi kelas 2 SD, prinsip ini berarti guru tidak seharusnya hanya memberikan nilai berdasarkan siapa yang paling cepat berlari, paling jauh melompat, atau paling tepat melempar bola. 

Guru juga perlu memperhatikan ketepatan gerakan, keselamatan, pemahaman instruksi, partisipasi, dan kemampuan bekerja sama.

Penilaian yang baik hendaknya memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk berkembang sesuai dengan kemampuannya. 

Siswa yang belum menguasai gerakan tertentu perlu mendapatkan latihan dan bimbingan, bukan langsung dianggap gagal dalam pembelajaran.

Rubrik penilaian merupakan pedoman yang digunakan guru untuk mengamati dan menilai kemampuan peserta didik berdasarkan indikator yang telah ditentukan. 

Dalam pembelajaran PJOK, rubrik membantu guru menilai kemampuan praktik sekaligus perilaku siswa ketika mengikuti kegiatan jasmani.

Misalnya, saat pembelajaran gerak lokomotor, guru tidak cukup hanya melihat apakah siswa dapat berlari. 

Guru juga perlu memperhatikan koordinasi gerakan tangan dan kaki, kemampuan menjaga keseimbangan, kepatuhan terhadap instruksi, serta kesadaran menjaga jarak agar tidak bertabrakan dengan teman.

Panduan Guru PJOK Kelas II yang tersedia melalui repositori resmi Kemendikdasmen juga menekankan eksplorasi gerak, aktivitas kolaboratif, kebugaran jasmani, dan pengembangan kebiasaan hidup sehat.

Secara praktis, rubrik penilaian memiliki beberapa manfaat utama:

  • Membantu guru menentukan indikator ketercapaian tujuan pembelajaran.

  • Membuat penilaian praktik lebih objektif dan konsisten.

  • Memudahkan pencatatan hasil observasi setiap siswa.

  • Menjadi dasar pemberian umpan balik dan latihan lanjutan.

  • Membantu guru menyusun deskripsi perkembangan peserta didik dalam laporan hasil belajar.

Dengan rubrik yang jelas, guru dapat menjelaskan alasan seorang siswa memperoleh kategori sangat baik, baik, berkembang, atau memerlukan bimbingan. Penilaian pun lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Contoh Rubrik Penilaian PJOK Kelas 2 Kurikulum Merdeka

Berikut contoh rubrik yang dapat digunakan dalam pembelajaran PJOK kelas 2 SD. Format ini merupakan contoh praktis yang bisa disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, kondisi sekolah, dan karakteristik siswa.

1. Rubrik Penilaian Gerak Lokomotor

Gerak lokomotor adalah gerakan yang menyebabkan tubuh berpindah tempat, seperti berjalan, berlari, melompat, dan meloncat. Materi ini sesuai digunakan untuk melatih keterampilan gerak dasar peserta didik kelas 2.

Tujuan pembelajaran: Peserta didik mampu mempraktikkan variasi gerak lokomotor dengan koordinasi, keseimbangan, dan keselamatan yang sesuai.

Rubrik praktik gerak lokomotor

Skala penilaian 1–4

Skor

Kriteria penilaian

4 - Sangat berkembangSiswa melakukan gerakan dengan koordinasi baik, seimbang, mengikuti instruksi, dan mampu melakukannya secara mandiri.
3 - Berkembang sesuai harapanSiswa melakukan gerakan dengan cukup tepat dan seimbang, dengan sedikit arahan dari guru.
2 - Mulai berkembangSiswa mulai mampu melakukan gerakan, tetapi koordinasi atau keseimbangan masih perlu dilatih.
1 - Memerlukan bimbinganSiswa masih membutuhkan contoh ulang dan pendampingan langsung untuk melakukan gerakan dengan aman.

Cara pelaksanaan: Guru menyiapkan lintasan sederhana yang aman. Siswa diminta berjalan mengikuti garis, berlari menuju penanda, lalu melompat melewati garis rendah. Guru mengamati setiap gerakan dan mencatat hasilnya.

Penilaian sebaiknya tidak hanya berfokus pada kecepatan. Ketepatan gerakan, keseimbangan, dan keselamatan harus menjadi pertimbangan utama.

2. Rubrik Penilaian Gerak Nonlokomotor

Gerak nonlokomotor adalah gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat secara utama, seperti menekuk, meregangkan tubuh, memutar badan, mengayunkan lengan, dan menjaga keseimbangan.

Tujuan pembelajaran: Peserta didik mampu melakukan gerakan nonlokomotor sederhana dengan benar sesuai kemampuan perkembangan fisiknya.

Indikator yang diamati
  1. Ketepatan meniru contoh gerakan dari guru.
  2. Koordinasi anggota tubuh ketika bergerak.
  3. Kemampuan menjaga keseimbangan.
  4. Kemauan mencoba dan mengikuti instruksi.

Contoh deskripsi tingkat penguasaan

  • Skor 4: Melakukan gerakan secara tepat, terkoordinasi, dan mandiri.

  • Skor 3: Melakukan gerakan dengan cukup tepat setelah melihat contoh.

  • Skor 2: Melakukan sebagian gerakan dengan bantuan atau pengulangan contoh.

  • Skor 1: Masih membutuhkan pendampingan untuk mengikuti gerakan secara aman.

Guru dapat menggunakan kegiatan senam sederhana sebagai media penilaian. Siswa mengikuti rangkaian gerakan, seperti mengangkat tangan, memutar bahu, menekuk lutut, dan berdiri dengan satu kaki sesuai kemampuan masing-masing.

Penting untuk menghindari gerakan yang berisiko atau memaksa siswa mempertahankan posisi yang belum mampu dilakukannya.

3. Rubrik Penilaian Gerak Manipulatif

Gerak manipulatif melibatkan penguasaan atau pengendalian objek, misalnya melempar, menangkap, menendang, dan menggulirkan bola.

Tujuan pembelajaran: Peserta didik mampu mengendalikan bola melalui gerakan dasar sesuai instruksi dan aturan permainan sederhana.

Rubrik keterampilan melempar dan menangkap bola

Skor

Indikator performa

4Melempar ke arah sasaran dengan terarah dan menangkap bola dengan koordinasi yang baik secara mandiri.
3Melempar dan menangkap bola dengan cukup baik, tetapi sesekali memerlukan penyesuaian posisi.
2Mulai mampu melempar atau menangkap, tetapi masih membutuhkan latihan dan arahan.
1Belum konsisten melakukan gerakan dasar dan memerlukan contoh serta bantuan guru.

Contoh kegiatan: Siswa berpasangan dengan jarak yang disesuaikan. Mereka bergantian melempar dan menangkap bola berbahan lunak. 

Guru mengamati arah lemparan, posisi tangan, koordinasi mata dan tangan, serta sikap ketika bekerja bersama pasangan.

Jika fasilitas sekolah terbatas, guru dapat memakai bola plastik ringan atau benda aman lain yang sesuai. 

Penyesuaian alat tidak mengurangi kualitas penilaian selama indikator yang diukur tetap relevan dengan tujuan pembelajaran.

4. Rubrik Penilaian Sikap Sportif dan Kerja Sama

Pembelajaran PJOK juga menjadi kesempatan untuk membangun karakter positif. Ketika mengikuti permainan kelompok, siswa belajar mematuhi aturan, menghargai teman, mengendalikan emosi, dan menerima hasil permainan.

Tujuan pembelajaran: Peserta didik menunjukkan perilaku sportif, tanggung jawab, dan kerja sama dalam aktivitas jasmani.

Indikator penilaian sikap

  1. Mematuhi aturan permainan yang telah disepakati.
  2. Menghargai giliran dan kesempatan teman.
  3. Mau bekerja sama dalam kelompok.
  4. Menerima hasil permainan tanpa mengejek atau menyalahkan teman.
  5. Menggunakan peralatan sesuai petunjuk keselamatan.

Pedoman penskoran

  • Skor 4: Konsisten menunjukkan perilaku positif tanpa diingatkan.

  • Skor 3: Umumnya menunjukkan perilaku positif dengan sedikit pengingat.

  • Skor 2: Mulai menunjukkan perilaku positif, tetapi masih sering membutuhkan arahan.

  • Skor 1: Memerlukan bimbingan intensif untuk mengikuti aturan dan menghargai teman.

Guru dapat melaksanakan observasi melalui permainan estafet sederhana atau permainan kelompok lainnya. Penilaian dilakukan berdasarkan perilaku yang benar-benar terlihat selama kegiatan, bukan berdasarkan kesan pribadi atau kedekatan guru dengan siswa.

Contoh Lembar Observasi Penilaian PJOK Kelas 2

Setelah menentukan rubrik, guru memerlukan lembar observasi untuk mencatat perkembangan peserta didik. Berikut contoh format pencatatan yang bisa disalin ke Microsoft Word atau Excel.

LEMBAR OBSERVASI PJOK

Kelas II SD • Kurikulum Merdeka

Nama sekolah: ........................................

Semester: ................................................

Materi: Gerak dasar lokomotor

Tujuan pembelajaran: Siswa mampu mempraktikkan berjalan, berlari, dan melompat dengan aman.

Nama peserta didik

Ketepatan gerak

Koordinasi dan keseimbangan

Keselamatan saat bergerak

Sikap sportif

Catatan guru

Rata-rata skor dari empat indikator

3.25 / 4

Kategori sementara

Berkembang sesuai harapan

Salin hasil observasi

Format ini merupakan contoh bantu pencatatan, bukan aplikasi penilaian resmi. Kategori dan bobot perlu disesuaikan dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran di sekolah.

Dalam pelaksanaan sebenarnya, guru dapat menambahkan kolom tanggal, hasil observasi awal, hasil observasi lanjutan, serta tindak lanjut. 

Jika penilaian dilakukan kepada seluruh siswa dalam satu kelas, lembar rekap dapat disusun dalam format spreadsheet agar pencatatan lebih efisien.

Cara Menghitung Nilai Rubrik Penilaian PJOK

Salah satu metode sederhana adalah menghitung rata-rata skor dari beberapa indikator. Metode ini dapat digunakan apabila semua indikator memiliki bobot yang sama.

Rumusnya sebagai berikut:

Nilai = Jumlah skor yang diperoleh x 100
                  Skor maksimal

Sebagai contoh, seorang siswa memperoleh skor 3 untuk ketepatan gerak, 3 untuk koordinasi, 4 untuk keselamatan, dan 3 untuk sikap sportif.

Jumlah skor yang diperoleh adalah 13, sedangkan skor maksimal empat indikator adalah 16.

Nilai = 13 x 100 = 81,25
            16 

Dengan demikian, nilai numerik siswa tersebut adalah 81,25. Namun, angka tersebut tidak otomatis berarti siswa telah mencapai semua tujuan pembelajaran. 

Guru tetap perlu melihat indikator mana yang sudah dikuasai dan mana yang masih memerlukan penguatan.

Perlu diperhatikan bahwa konversi skor menjadi angka 0–100 hanyalah salah satu pilihan pengolahan data. Sekolah dapat menggunakan pendekatan lain sesuai kebijakan penilaian dan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran yang ditetapkan.

Rubrik juga tidak harus selalu dikonversi menjadi angka. Untuk asesmen formatif, catatan deskriptif sering kali lebih berguna karena menunjukkan kesulitan spesifik yang perlu diatasi siswa.

Contoh Rubrik Penilaian PJOK Berdasarkan Jenis Asesmen

Penilaian PJOK kelas 2 dapat dilaksanakan sebelum, selama, dan setelah pembelajaran. Pemilihan teknik harus mempertimbangkan tujuan pembelajaran serta karakteristik peserta didik.

1. Asesmen awal

Asesmen awal digunakan untuk mengetahui kemampuan dasar siswa sebelum memulai materi baru.

Contohnya, sebelum belajar melempar dan menangkap bola, guru meminta siswa mencoba gerakan sederhana secara bergantian. 

Guru mengamati koordinasi tangan, kemampuan mengikuti instruksi, serta pengalaman siswa melakukan gerakan tersebut.

Hasil asesmen digunakan untuk merancang kegiatan yang sesuai. Siswa yang sudah terampil dapat diberikan variasi gerakan, sedangkan siswa yang masih kesulitan memperoleh latihan dengan bola lebih ringan atau jarak lebih dekat.

2. Asesmen formatif

Asesmen formatif dilakukan selama proses pembelajaran untuk memantau perkembangan dan memperbaiki kegiatan belajar. 

Pendekatan ini sejalan dengan panduan resmi pembelajaran dan asesmen yang menempatkan umpan balik sebagai bagian penting dalam pembelajaran.

Misalnya, ketika siswa berlatih melompat, guru memberikan masukan sederhana seperti, “Coba tekuk lutut sebelum melompat dan mendarat dengan kedua kaki secara seimbang.”

Guru kemudian mengamati apakah siswa dapat memperbaiki gerakannya setelah mendapatkan arahan.

3. Asesmen sumatif

Asesmen sumatif dilakukan untuk menilai ketercapaian tujuan pembelajaran setelah satu lingkup materi atau periode pembelajaran.

Contohnya, setelah mempelajari gerak lokomotor, siswa diminta melakukan rangkaian berjalan, berlari, dan melompat melalui lintasan sederhana. 

Guru menggunakan rubrik yang telah disusun sebelumnya untuk mencatat performa setiap siswa.

Hasil asesmen sumatif sebaiknya tetap dibaca bersama bukti belajar lainnya. Satu kali praktik tidak selalu cukup untuk menggambarkan kemampuan anak secara menyeluruh, terutama apabila siswa sedang sakit, merasa cemas, atau menghadapi kendala tertentu ketika kegiatan berlangsung.

Tips Menyusun Rubrik PJOK yang Objektif dan Mudah Digunakan

Agar rubrik penilaian PJOK kelas 2 benar-benar bermanfaat, guru perlu memperhatikan beberapa hal berikut.

Pertama, sesuaikan rubrik dengan tujuan pembelajaran. Jangan memasukkan terlalu banyak indikator yang tidak berkaitan langsung dengan kemampuan yang sedang dinilai. 

Jika tujuan pembelajaran adalah menangkap bola, indikator utama seharusnya berhubungan dengan posisi tangan, koordinasi, dan kemampuan mengendalikan bola.

Kedua, gunakan deskripsi yang dapat diamati. Hindari indikator seperti “anak pintar berolahraga” atau “anak memiliki sikap baik” tanpa penjelasan. Gunakan deskripsi yang lebih konkret, seperti mampu mengikuti instruksi, mencoba kembali setelah gagal, atau menghargai giliran teman.

Ketiga, pertimbangkan perbedaan kemampuan siswa. Anak kelas 2 memiliki perkembangan motorik dan pengalaman aktivitas jasmani yang beragam. 

Guru dapat menyesuaikan ukuran bola, jarak sasaran, tinggi rintangan, dan tingkat kesulitan tanpa menghilangkan tujuan pembelajaran.

Keempat, utamakan keselamatan. Pastikan lapangan tidak licin, peralatan layak digunakan, jarak antarsiswa cukup, dan aktivitas disesuaikan dengan kondisi fisik peserta didik. 

Siswa tidak boleh dipaksa melakukan gerakan yang menimbulkan rasa sakit atau risiko cedera.

Kelima, berikan umpan balik yang membangun. Hindari mempermalukan siswa yang belum terampil di hadapan teman-temannya. Sampaikan hal yang sudah baik dan satu atau dua hal yang dapat diperbaiki.

Keenam, gunakan hasil penilaian untuk tindak lanjut. Siswa yang belum mencapai tujuan pembelajaran dapat diberikan demonstrasi ulang, latihan bertahap, atau pendampingan dalam kelompok kecil. Siswa yang telah menguasai keterampilan dapat memperoleh tantangan lanjutan.

Ketujuh, simpan bukti penilaian secara teratur. Catatan observasi, lembar rubrik, dan dokumentasi kegiatan dapat membantu guru memantau perkembangan siswa dari waktu ke waktu.

Contoh Deskripsi Hasil Belajar PJOK Kelas 2

Setelah penilaian selesai, guru dapat menyusun deskripsi hasil belajar berdasarkan bukti yang dikumpulkan.

Berikut beberapa contoh yang bisa disesuaikan dengan kondisi nyata peserta didik:

  • Keterampilan gerak: “Mampu mempraktikkan gerak berjalan, berlari, dan melompat dengan koordinasi yang baik serta mengikuti instruksi keselamatan.”

  • Perkembangan yang memerlukan latihan: “Mulai mampu melakukan gerak lokomotor sederhana dan perlu meningkatkan keseimbangan ketika melompat.”

  • Gerak manipulatif: “Mampu melempar bola ke arah sasaran dan menunjukkan perkembangan dalam keterampilan menangkap bola.”

  • Sikap sportif: “Menunjukkan sikap kerja sama, menghargai giliran teman, dan mengikuti aturan permainan dengan baik.”

  • Kebiasaan hidup sehat: “Mulai memahami pentingnya menjaga kebersihan diri, beraktivitas fisik, dan menggunakan perlengkapan olahraga secara aman.”

Deskripsi tersebut harus disesuaikan dengan hasil pengamatan masing-masing siswa. Guru sebaiknya tidak menggunakan kalimat yang sama untuk seluruh peserta didik apabila perkembangan dan kebutuhan belajarnya berbeda.

Contoh rubrik penilaian PJOK kelas 2 Kurikulum Merdeka dapat membantu guru melaksanakan penilaian keterampilan gerak, pengetahuan praktis, sikap sportif, kerja sama, dan kebiasaan hidup sehat secara lebih terarah.

Rubrik yang efektif tidak harus rumit. Guru cukup menetapkan tujuan pembelajaran, memilih indikator yang relevan, menyusun deskripsi tingkat penguasaan, dan mencatat bukti belajar secara konsisten. Hasilnya kemudian digunakan untuk memberikan umpan balik dan menentukan kegiatan pembelajaran berikutnya.

Hal yang paling penting adalah memastikan penilaian benar-benar mendukung perkembangan peserta didik. 

Anak yang belum menguasai gerakan tertentu perlu mendapatkan kesempatan untuk berlatih, sedangkan anak yang telah berkembang dengan baik perlu memperoleh tantangan sesuai kemampuannya.

Dengan menggabungkan observasi, praktik langsung, rubrik yang jelas, dan umpan balik positif, pembelajaran PJOK kelas 2 dapat menjadi pengalaman yang aman, menyenangkan, dan bermakna. 

Contoh Rubrik Penilaian PJOK Kelas 2 Kurikulum Merdeka Terkini, Lengkap dengan Indikator dan Pedoman Penskoran juga bisa Anda dowmload DISINI

Penilaian pun tidak berhenti pada pemberian angka, tetapi menjadi sarana bagi guru untuk membantu setiap siswa tumbuh lebih sehat, terampil, percaya diri, dan sportif.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Contoh Rubrik Penilaian PJOK Kelas 2 Kurikulum Merdeka Terkini, Lengkap dengan Indikator dan Pedoman Penskoran"

Posting Komentar